Saturday, August 1, 2009

Catatan Khutbah Jumat

Kebutuhan manusia tidak ada hentinya. Semakin terpenuhi kebutuhannya, semakin dahaga saja keinginan untuk memiliki hal lain. Manusia selalu saja seperti itu. Tak jarang, beberapa hal yang terbuang karena kita menganggapnya hal remeh belaka. Padahal hal remeh itu sangat berguna bagi orang lain, walaupun kita sendiri sudah tidak memerlukannya atau kita sudah terpuaskan dengan pemanfaatannya.

Ambil contoh air. Pada musim panas nan menyengat seperti ini, seringkali ada masalah dengan penyaluran air bersih. Hampir semua kota mengalaminya, tak terkecuali Kairo yang menjadi ibukota Mesir. Air yang disedot dari sungai nil ini menjadi penyambung kehidupan bagi semua orang di wilayah ini. Masih saja ada orang-orang sok kaya yang membuang air sia-sia. Aku menyebutnya pembuangan yang sia-sia sebab air bersih masih bisa digunakan untuk orang banyak. Jika ia tidak membutuhkan air lagi sedangkan stok air masih melimpah ruah, jangan dibuang-buang untuk menyemprot halaman, jalanan, atau untuk mengisi kolam renang saja. Di wilayah ini (Kairo) sering sekali air tidak mengalir. Tanpa ada pemberitahuan dahulu kepada warga pun, mereka sudah hafal jadwal matinya air. Beberapa truk tangki air bersih didrop untuk mengatasi kekurangan air sementara saja. Aku sering melihat dari balkon rumahku truk truk datang lalu dikerumuni orang yang membawa jeriken-jeriken kosong.

Khotib jumat kemarin menyampaikan pesan yang sangat dalam. Apapun milik kamu, jangan pernah menyia-nyiakannya, walaupun kamu tidak membutuhkannya lagi. Jika ingin membuangnya, maka buanglah dengan berguna. Sedekahkanlah kepada orang yang membutuhkan. Jangan buang air untuk menyiram jalan atau halaman rumah, sedekahkanlah untuk minum para pejalan kaki dan orang lain yang haus.

Khotib peka dengan keadaan sekitarnya, dapat membaca konteks dan realita yang terjadi di masyarakat. Di saat musim panas seperti ini, membuang-buang air bukanlah hal yang bijak. Sementara orang lain tidak memiliki simpanan air. Bersyukur tidak hanya dengan ucapan belaka, tapi juga harus diimplementasikan dengan aksi. Bersedekah untuk mengobati dahaga orang lain yang haus juga mengguyur dahaga sebab hati nurani yang kering. Dalam situasi apapun, hendaknya kita bijak bisa membaca pertanda-pertanda apapun itu bantuknya dan datang dari siapapun tanpa terkecuali. Dalam beberapa waktu yang lalu khotib juga menenangkan kekhawatiran masyarakat akan virus flu burung yang meresahkan. Bersyukurlah karena sumber penyakit itu unggas yang bukan menjadi makanan pokok warga. Jika saja yang menjadi sumber bencana adalah roti, isy yang ternyata gandumnya beracun atau terkontaminasi dengan penyakit, tentunya seluruh penduduk lebih heboh daripada flu burung ini.

Terakhir kali, ada banyak cara bersyukur kita terhadap nikmat yang Allah berikan. Tidak hanya dengan ucapan alhamdulillah belaka, tetapi dengan bersedekah dan tidak menghambur-hamburkan apa yang kita miliki. Karena semua nikmat dan kehidupan berasal dariNya.

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (al-Isra ayat 26 dan 27)

Gambar dicolong dari sini.

Read More..

Sunday, July 5, 2009

Harapan di Usia Baru

Tepat dini hari tadi, hape Nokia jadulku beralarm ria, padahal suaranya sudah tidak merdu, kalah merdu dengan Agnes Monica dan Rossa. Kalau diadu dengan Mbah Surip boleh lah, diadu jeleknya. Ada pengingat pada hari ini, begini tulisannya: Sanah hilwah ya Uut! Jadikan usiamu yang akan datang lebih bermanfaat dan disiplin!

Hari ini, 23 tahun yang lalu, bayi cowok keluar ceprot dari rahim sang ibu. Cowok itu diberi nama Nashif 'Ubbadah, yang artinya sampe sekarang ndak tau, karena blom pernah tanya bapak apa maksud dan arti dari namaku. Ibuku sendiri semenjak aku masih balita terbiasa memanggil dengan sebutan Uut, apa artinya dan bagaimana asbab wurudnya aku juga tidak tahu. Belum tanya.

Di akte dan segala macam dokumen resmi, tempat tanggal lahir tertulis Semarang, 9 Agustus 1986. Padahal yang benar adalah Salatiga, 5 Juli 1986. Sebabnya konyol (menurutku), keterlambatan mengurus akte kelahiran hingga 2 bulan. Dan waktu orde baru itu, administrasi yang terlambat dikenakan denda. Jadi tanggalnya dimanipulasi biar tidak kena denda. Capek deeehh...

Oh iya, aku lahir hari sabtu pon, ada yang mau ngirimkan sms REG wetonku ke Ki Joko Bodho? Hwehehehe..

23 tahun ini pencapaian-pencapaian yang aku punya sanget sedikit, masih terlalu minimal bagi orang dengan umur sebegitu tua. Banyak usaha yang tidak maksimal dikarenakan aku sendiri yang terlalu ungglak-unggluk, ntah dengan kesibukan apa yang pastinya tidak terlalu urgen. Masih banyak target dan misiku yang belum tercapai, semoga saja di lembaran baru ini aku dapat lebih disiplin dan usahaku bermanfaat.

Kepada Allah aku berdoa dan mengadu (ndak papa dunk mengadu ke Tuhan), betapa banyak harapanku yang aku ajukan kepadaNya, semoga saja semuanya dikabulkan olehNya. Beberapa harapanku:

Semoga saja masa depan lebih cerah dan diberi kemudahan dan kekuatan untuk menghadapinya. Ya Allah, tolonglah hamba ini yang rapuh imannya, kacau pikirannya, galau hatinya, kosong nuraninya. Jadikan hamba ini seorang muslim seperti yang Kau inginkan. Amiin.

Berdoa juga buat Ashfiku, semoga doa-doamu dan doa kita dikabulkan oleh Allah (ndak tak tulis nie, hanya kita berdua dan Allah yang tahu :D).

Berdoa juga buat keluargaku, semoga semua anggota keluarga diberi nikmat dan hidayahNya, diberi ketentraman, kebahagiaan dan kenyamanan dalam hidup.

Berdoa juga buat adekku yang lagi sakit, semoga cepet sembuh dan dapet melanjutkan kuliah di Universitas yang diharapkan.

Berdoa juga buat semua kawan-kawanku yang di Mesir, India, Libya, Solo, Jakarta, Salatiga, dan seluruh pelosok dunia akhirat ini, smoga kalian mendapatkan kebahagiaan dalam hidup, dimudahkan segala urusan, tercapi semua cita dan cinta kalian. Buat kawanku yang di alam sana, Allahumma ighfir lahum warhamhum wa 'afihim wa'fu 'anhum. Luv yu all >:D<

Yang paling penting saat ini, berdoa Ya Allah, semoga aer di Kutomiah ini cepat mengalir, kalo bisa sekarang juga :p. Amiin.

Hamdulillah atas segala nikmat yang Kau berikan kepada hambamu Ya Allah.

Read More..

Saturday, July 4, 2009

Posting pertama di bulan Juli

Hmmhff, tak terasa sudah dua bulan blog ini kucampakkan. Bukan karena sudah berpaling ke lain hati, hanya saja diriku sedang sibuk dengan belajar, ujian, deg-degan, ungglak-unggluk, dan segala macam urusan lain yang tidak berhubungan dengan dunia tulis-menulis blog.

Sudah, cukup ini saja. Tidak bermutu bukan? Insya Allah postingan-postingan berikutnya akan hadir dengan gaya khas "ealah", dengan sakpenake seng mbahurekso blog, hwehehehe.

Semoga saja hasil ujian yang sudah aku kerjakan semua hasilnya memuaskan, dengan begitu tidak hanya membahagiakan diri sendiri, tetapi orang lain juga akan bahagia, mudah-mudahan ada yang tersenyum bangga. Amiin.

Read More..

Wednesday, May 20, 2009

Kutipan Hari Ini

Harapan yang kuat adalah pemberi semangat hidup yang lebih besar dari kebahagiaan apapun yang bisa Anda dapatkan.

[Friedrich Willem Nietszche]

Read More..

Friday, April 24, 2009

Seumur Hidupku [Boomerang]


Janganlah engkau bersedih
Tetap nikmati kehidupan ini
Sabar-sabarkan hati dan rasa
Hilangkanlah semua amarah

Kasih lepaskanlah gelisahmu
Teriakanlah kepada dunia
Hapuslah semua air mata
Yakinlah dan jalani saja

Reff:
Ya aku cinta kau
Kemarin saat ini esok
Selamanya kasih
Ini hidupku hanya untukmu
Kemarin saat ini esok
Selamanya kasih

Diam.. diam..
Jangan bersedih aku cinta kau
Diam.. diam..
Jangan bersedih aku cinta

Back to Reff:

Lirik berhasil dicolong dari sini. Kalo gambar ngembat dari sini.

Read More..

Teori Ngawur Tentang Baru vs Lama

Hari masih pagi, dan aku masih terjaga. Bukan karena suatu apa, mata yang masih tidak mau berkompromi dengan tubuhku yang memerlukan istirahat. Aku mengutukinya. Bukan karena aku tidak suka begadang atau membaca sedikit diktat, hanya saja mataku ini sok kuat melek. Dengan gagah tidak mau dipaksa ngantuk atau merem. Padahal, anggota tubuh yang lain hampir menyerah.

Di sela aku membaca diktat yang harus kulahap dalam sebulan, aku masih teringat akan kataku sendiri kepada seorang kawan. Lewat pengamatanku yang menggunakan alat keraguan orang awam, aku berkesimpulan:

Jika ada seseorang yang menganut fanatik suatu keyakinan atau dogma, lalu ia bertemu dengan suatu keyakinan baru yang lebih rasional, apakah yang akan terjadi pada dirinya? (Kasus ini banyak terjadi di masyarakat)

1. Ia akan meninggalkan keyakinan lamanya, dan mengikuti keyakinan baru.
2. Ia tetap memegang keyakinan lamanya, dan senantiasa belajar untuk memperkuat keyakinannya.
3. Ia tidak akan memeluk keyakinan baru, dan meninggalkan keyakinan lamanya. Hal ini bisa terjadi karena kebingungan, bimbang, hingga kesal dan tidak percaya kepada apa yang telah ia ketahui dan ia alami.

Semua orang pasti akan berproses, bergerak menuju masa depan. Bagi sebagian orang, masa depan ialah harapan yang cerah, dan bagi sebagian orang tak lain hanyalah mimpi yang menyesatkan. Bagaimana merealisasikan harapan yang indah? Cara dan sikap kita sudah cukup menjadi jawaban.

Read More..

Thursday, April 16, 2009

Skeptis

Bimbang
Ragu-ragu

Ragu-ragu
Bimbang

Ragu bimbang
Bimbang ragu

Bimbang ragu
Ragu bimbang

Gusti, paringono dalem kesabaran!
Aku sudah menjadi korban skeptisnya Bertrand Russell? Kurasa mungkin juga!

Read More..